11 September 2017
Cegah Penyakit Tuberkulosis dengan Imunisasi BCG!
Shares

Tuberkulosis atau yang biasa disebut sebagai TB adalah penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru. Tapi, sebenarnya penyakit ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti otak dan tulang belakang dan menyebar melalui udara. Walaupun menular, tapi penyakit TB tidak mudah menyerang sistem imun karena bakteri penyebabnya membutuhkan waktu untuk tumbuh, Moms. Nah, untuk mencegah agar buah hati tidak terkena tuberkulosis, berikan vaksin BCG, ya!

Apa itu vaksin BCG?

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) merupakan strain hidup dari Mycobacterium bovis yang sengaja dilemahkan untuk memerangi bakteri M. Tuberculosis penyebab penyakit TB. Cara pemberiannya adalah dengan menyuntikkan vaksin di lengan kanan atas sesuai anjuran WHO. Nah, pemberian imunisasi BCG ini sangat penting dan menjadi salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan, Moms.

Kapan pemberian vaksin BCG?

Imunisasi BCG ini diberikan cukup satu kali dan tidak diperlukan imunisasi ulang (booster) karena berisi bakteri hidup yang tentu tingkat pertahanannya lebih stabil dan efektif. Umumnya, pemberian imunisasi BCG ini dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan. Jika sudah berusia di atas 2 bulan tetapi belum dilakukan imunisasi BCG, maka sebaiknya lakukan tes Mantoux (tuberkulin) terlebih dahulu. Jika hasilnya negatif, atau dalam tubuh si kecil tidak terdapat bakteri penyebab TB, maka vaksinasi bisa dilakukan.

Adakah efek samping imunisasi BCG?

Umumnya tidak terdapat efek samping setelah si kecil diberikan vaksin BCG. Tetapi pada beberapa bayi mungkin timbul pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak atau leher bagian bawah. Tetapi, pembengkakan ini akan sembuh dengan sendirinya, kok, Moms.

Nah, jika dalam waktu 4-6 minggu setelah vaksinasi muncul bisul kecil bernanah pada daerah bekas suntikan, jangan khawatir! Itu adalah tanda bahwa si kecil belum pernah terpapar kuman TB. Namun, bila bisul muncul kurang dari 1 minggu, maka Moms perlu membawa si kecil untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan karena kemungkinan di dalam tubuhnya sudah terdapat kuman penyebab TB.

Perlu diketahui juga bahwa jika bisul tidak muncul, bukan berarti vaksin BCG gagal bekerja, hanya saja hal itu disebabkan oleh cara penyuntikan yang kurang tepat dan antibodi tetap berhasil terbentuk.

Sumber:

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/skar-bcg

http://posyandu.org/imunisasi-bcg.html

http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-bcg

http://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics#1