25 August 2017
Penyakit Demam Tifoid Bisa Dicegah dengan Vaksin!
Shares

Demam tifoid, atau biasa dikenal dengan istilah demam tifus atau gejala tipes merupakan penyakit yang sering sekali ditemukan di Indonesia. Penyakit ini berkaitan erat dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan.

Kasus demam tifoid di Indonesia tergolong tinggi, yaitu rata-rata menjangkit 500 orang/100.000 penduduk, dan terus meningkat tiap tahunnya. Tanpa penanganan tepat, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya, penyakit ini sama sekali tidak bisa dianggap enteng.

Demam tifoid sendiri adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Infeksi terjadi pada saluran pencernaan, terutama usus halus, dan bisa terdiri dari beberapa fase, salah satunya fase menyebarnya bakteri menyebar hingga ke aliran darah bahkan sampai ke tulang.

Adapun gejala penyakit ini bisa ditandai oleh:

  • Demam dengan suhu tubuh turun-naik terutama pada sore hari
  • Sakit kepala terutama kepala bagian depan
  • Nyeri otot dan pegal-pegal
  • Turunnya nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Konstipasi
  • Diare
  • Buang air besar berdarah

Penyakit demam tifoid bisa dicegah, Moms! Dengan cara memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan atau pemberian vaksin tifoid. Dokter merekomendasikan untuk memberikan suntikan pertama ketika anak berusia 2 tahun, selanjutnya diulang setiap tiga tahun sekali. Pastikan Momsmelakukan tindakan-tindakan pencegahan tersebut, ya, untuk menjauhkan si Kecil dari ancaman penyakit demam tifoid.

 

Sumber:

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-demam-tifoid

https://mediskus.com/penyakit/demam-tifoid

http://www.parenting.co.id/balita/kapan+anak+perlu+vaksin+tifoid%3F